Melamar pekerjaan seharusnya menjadi proses yang strategis, bukan sekadar mengirim CV sebanyak-banyaknya dan berharap ada yang nyangkut. Sayangnya, banyak pencari kerja masih melakukan kesalahan-kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Artikel ini akan membahas 7 kesalahan umum yang sering dilakukan saat melamar kerja—dan tentunya, bagaimana cara menghindarinya agar peluangmu diterima semakin besar.
1.Mengirim CV yang Sama ke Semua Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki kebutuhan, budaya, dan ekspektasi yang berbeda. Namun banyak pencari kerja yang menggunakan satu CV untuk semua lamaran.
Solusi:
Sesuaikan CV dengan posisi yang dilamar. Soroti pengalaman, keterampilan, dan pencapaian yang paling relevan. Perusahaan akan lebih tertarik jika merasa kamu benar-benar memahami posisi yang mereka buka.
2.Surat Lamaran Terlalu Umum atau Klise
Surat lamaran yang berbunyi “Saya adalah pribadi yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab” sudah terlalu sering digunakan. Surat seperti ini tidak memberikan nilai tambah bagi pelamar.
Solusi:
Tulis surat lamaran yang spesifik, singkat, dan langsung ke poin. Tunjukkan bagaimana kamu bisa memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan. Gunakan contoh nyata dari pengalamanmu untuk mendukung klaimmu.
3.Tidak Meneliti Perusahaan Sebelum Melamar
Melamar tanpa mengetahui apa-apa tentang perusahaan sama saja seperti datang ke medan perang tanpa senjata. Hal ini bisa terlihat saat wawancara, dan memberi kesan bahwa kamu tidak serius.
Solusi:
Lakukan riset singkat tentang perusahaan—misi, visi, budaya kerja, serta produk atau jasa yang mereka tawarkan. Ini akan membantumu membuat lamaran yang lebih relevan dan menunjukkan keseriusan saat wawancara.
4.Kesalahan Teknis dalam CV
Kesalahan ketik, format yang berantakan, atau informasi yang tidak lengkap bisa langsung membuat HR melewatkan CV kamu.
Solusi:
- Gunakan template profesional.
- Selalu proofread CV dan surat lamaran sebelum mengirim.
- Mintalah teman untuk mengecek kembali.
- Gunakan tools seperti Grammarly untuk membantu mengecek tata bahasa.
5.Melamar Posisi yang Tidak Sesuai dengan Kualifikasi
Mengirim lamaran ke posisi yang jauh di luar kemampuan atau pengalaman bisa membuat kamu tampak tidak realistis atau asal-asalan.
Solusi:
- Baca syarat dan kualifikasi dengan seksama.
- Jika kamu belum memenuhi semua kriteria, pastikan kamu bisa menunjukkan potensi atau pengalaman relevan yang bisa menggantikan kekurangan tersebut.
6.Terlambat atau Tidak Hadir Saat Wawancara Tanpa Alasan Jelas
Datang terlambat, atau lebih parah, tidak hadir tanpa konfirmasi bisa merusak reputasi kamu di mata perusahaan.
Solusi:
- Konfirmasi ulang jadwal wawancara.
- Jika ada halangan, beri kabar secepat mungkin dan minta penjadwalan ulang secara sopan.
- Gunakan kalender dan alarm sebagai pengingat.
7.Tidak Follow Up Setelah Interview
Banyak pelamar berpikir bahwa setelah wawancara selesai, tugas mereka selesai. Padahal, mengirim email follow-up bisa jadi nilai plus.
Solusi:
- Kirimkan email singkat dan sopan maksimal 1–2 hari setelah wawancara.
- Ucapkan terima kasih atas kesempatan wawancara, dan tegaskan kembali minatmu terhadap posisi tersebut.
Melamar pekerjaan bukan hanya soal seberapa banyak CV yang kamu kirimkan, tapi seberapa tepat dan strategis proses yang kamu jalani. Hindari kesalahan-kesalahan umum di atas, dan kamu akan melihat peningkatan dalam respons dari perusahaan yang kamu lamar.