Loading...

Cara Menjawab 5 Pertanyaan Interview Tersulit – Beserta Contoh Jawaban

Wawancara kerja sering jadi momen paling menentukan dalam proses melamar pekerjaan. Tapi buat banyak orang, interview juga jadi tahap paling bikin gugup. Apalagi kalau pewawancara mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan sulit yang...
Posted in Blog
21 September 2025
Cara Menjawab 5 Pertanyaan Interview Tersulit – Beserta Contoh Jawaban

Wawancara kerja sering jadi momen paling menentukan dalam proses melamar pekerjaan. Tapi buat banyak orang, interview juga jadi tahap paling bikin gugup. Apalagi kalau pewawancara mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan sulit yang seolah menjebak.

Supaya kamu nggak salah langkah, berikut ini adalah beberapa pertanyaan paling umum tapi juga paling tricky yang sering muncul saat interview—beserta cara menjawabnya dengan percaya diri dan elegan.

Pertanyaan pertama yang hampir selalu muncul adalah:

1.Ceritakan tentang diri Anda.

Meskipun terdengar simpel, ini sebenarnya pertanyaan yang penting. Banyak kandidat justru menjawab dengan cerita panjang lebar dari SD sampai sekarang, atau malah bingung harus mulai dari mana. Padahal, pewawancara ingin tahu siapa kamu secara profesional, bukan biografi lengkap.

Cara terbaik menjawabnya adalah dengan menyampaikan latar belakang pendidikan atau pengalaman yang relevan, keahlian yang kamu kuasai, dan bagaimana semua itu bisa memberi nilai tambah untuk posisi yang kamu lamar. Contohnya, kalau kamu melamar posisi sebagai staf administrasi, kamu bisa bilang:

Saya memiliki pengalaman dua tahun sebagai admin keuangan, terbiasa bekerja dengan data, membuat laporan, dan menggunakan software seperti Excel dan Accurate. Saya sangat teliti dan suka bekerja dengan sistem. Saat ini saya ingin bergabung di perusahaan yang lebih besar agar bisa berkembang secara profesional.

2.Apa kelemahan terbesar Anda?

Ini sering jadi jebakan. Kalau kamu terlalu jujur, takutnya jadi bumerang. Tapi kalau kamu jawab “Saya terlalu perfeksionis”, bisa terkesan klise dan tidak jujur.

Triknya adalah memilih kelemahan yang tidak fatal dan menunjukkan bahwa kamu sudah berusaha memperbaikinya. Misalnya kamu bisa bilang bahwa kamu dulunya agak canggung berbicara di depan umum, tapi sekarang sudah belajar lewat ikut presentasi tim dan pelatihan komunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa kamu terbuka untuk berkembang, dan itu nilai tambah.

3.Kenapa kami harus mempekerjakan Anda?

Banyak yang menjawab karena ingin belajar atau butuh pekerjaan, tapi jawaban seperti ini kurang menarik bagi HR. Lebih baik kamu tunjukkan apa yang bisa kamu bawa ke perusahaan. Misalnya, kamu punya pengalaman menangani customer service, atau kamu terbiasa kerja di bawah tekanan, dan semua itu relevan dengan posisi yang kamu lamar.

Misalnya kamu melamar sebagai admin marketplace, kamu bisa bilang bahwa kamu sudah terbiasa mengelola chat pelanggan, memproses order, dan menyusun laporan penjualan secara rutin. Dengan begitu, kamu tidak sekadar ingin belajar, tapi juga sudah siap berkontribusi sejak hari pertama.

4.Kenapa Anda keluar dari pekerjaan sebelumnya?

Hati-hati menjawab yang satu ini. Hindari membicarakan konflik, masalah pribadi dengan atasan, atau mengeluh soal gaji. Jawaban yang paling aman adalah menjelaskan bahwa kamu ingin mencari tantangan baru, tempat berkembang, atau lingkungan kerja yang lebih sesuai dengan tujuan jangka panjangmu. Fokuslah pada masa depan, bukan masa lalu.

Contohnya:

Saya merasa sudah mencapai titik stagnan di tempat kerja sebelumnya dan ingin mencari kesempatan untuk belajar hal baru. Saya melihat posisi ini cocok dengan keterampilan saya dan bisa menjadi langkah yang tepat untuk berkembang.

5.Berapa gaji yang Anda harapkan?

Jawaban seperti “Terserah perusahaan” atau “Ikuti UMR saja” membuatmu terlihat pasif dan kurang riset. Sebaiknya, kamu sudah punya bayangan tentang kisaran gaji untuk posisi itu berdasarkan riset di situs lowongan kerja atau obrolan dengan teman di industri yang sama.

Kamu bisa menyampaikan harapanmu dengan nada fleksibel, misalnya:

Berdasarkan pengalaman saya dan tanggung jawab di posisi ini, saya rasa kisaran 5 sampai 6 juta cukup sesuai. Tapi tentu saya terbuka untuk mendiskusikan lebih lanjut sesuai kebijakan perusahaan.

Kesimpulannya, interview bukan hanya soal menjawab pertanyaan, tapi juga soal menyampaikan siapa dirimu dengan percaya diri dan sikap profesional. Jangan terlalu fokus menghafal jawaban. Pahami maksud di balik pertanyaan, dan latih cara menjawabnya dengan bahasa yang nyaman buatmu.

Kalau kamu bisa menjawab lima pertanyaan sulit ini dengan baik, peluang untuk lolos ke tahap berikutnya akan jauh lebih besar.

Share this article

Leave a Reply

Related Articles

Browse the latest career advices

No related articles